Saturday, October 4, 2014

Waspadai Serangan Penyakit ISPA di Musim Kemarau

Musim kemarau, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyakit yang disebabkan oleh virus ini mudah menyerang ketika kondisi tubuh tidak fi t. Berdasar catatan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, jumlah kasus ISPA dari bulan Agustus hingga September meningkat hingga 51 persen.

Kepala Puskesmas Pandanaran, Antonia Satniningtyas mengatakan gejala tubuh yang terkena virus ISPA bervariasi. Mulai dari demam, nyeri tenggorokan, pilek, hidung mampet, batuk kering dan gatal, batuk berdahak, yang bisa menimbulkan komplikasi seperti radang paru yang dimulai gejala sesak napas. "Gejala umumnya, infl uenza dikaitkan dengan gejala yang lebih berat dan lama, serta lebih sering menimbulkan komplikasi radang paru," katanya kepada Radar Semarang, kemarin.

"Pada bayi, bisa pula timbul bronkhiolitis (radang di saluran pernapasan halus di paru-paru) dengan gejala sesak dan napas berbunyi ngik-ngik. Selain itu, bisa pula peradangan pada daerah laring atau dekat pita suara yang menimbulkan gejala sesak saat menarik napas dan batuk menggonggong," imbuhnya.

Dikatakan, virus ISPA mudah menular. Penularannya bisa disebabkan hirupan batuk atau influenza sesorang atau percikan lendir yang dikeluarkan penderita ISPA terhadap penerima. Penularan melalui udara tidak lebih dari 24 jam bisa masuk ke dalam tubuh. Menurutnya, menutup mulut ketika bersin atau batuk dapat meminimalisir penyebaran virus.

Sementara, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Mada Gautama Soebowo mengatakan, penyakit ISPA di Kota Semarang sangat tinggi, mencapai puluhan ribu kasus. Tercatat Januari-Juli 2014 mencapai 95.334 jiwa. Sedangkan Agustus sampai September mengalami kenaikan mencapai 51 persen. "Sebagian besar anakanak karena memiliki kekebalan yang berbeda jauh dengan kekebalan orang dewasa. (mg9/zal/ce1)
Read more ...

Powered By Blogger |   Designed By Blogger Templates
DMCA.com