Kondisi kesehatan gigi harus menjadi perhatian. Terlebih pada anak-anak. Pasalnya, jika terlambat dipantau, bisa jadi, kondisi gigi mereka tidak akan lebih baik. Karena itu, petugas Puskesmas Asemrowo mengajarkan kepada para siswa Baby House, Playgroup, dan Taman Kanak-Kanak Citra Kusuma di kawasan Asemrowo, kemarin (16/8/2012), akan pentingnya menjaga kesehatan gigi.
"Gigi susu pada anak-anak memiliki fungsi penting sebagai pemandu tumbuhnya gigi dewasa. Dengan kata lain, gigi anak menjaga ruang tumbuh bagi gigi tetap atau gigi dewasa. Untuk itu, gigi anak tidak boleh dicabut sembarangan sebelum waktunya," kata drg Nurhayati di sela-sela kesibukannya memeriksa gigi Aura Diva Angela Lovely (4), siswa Playgroup B Citra Kusuma.
Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut itu, tentu saja dibutuhkan peran serta orang tua. "Anak-anak seharusnya sudah dilatih untuk merawat giginya sejak dini dengan cara menggosok gigi dengan baik dan benar. Lalu, kendalikan juga pola konsumsi atau makan anak. Beritahukan pada anak tentang jenis-jenis makanan yang bisa merusak gigi," tandas alumnus Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga tahun 2010 ini.
Dokter gigi di Puskesmas Asemrowo ini juga menyarankan kepada para orang tua, agar sebaiknya kata larangan tidak digunakan pada anak untuk memakan makanan manis yang disukainya. Karena, walau bagaimana pun, makanan manis memegang peran penting untuk memasok kalori.
"Hanya saja, beritahukan pada anak bahwa konsekuensi dari makan makanan yang manis adalah menjaga gigi yang bersih dengan menggosok gigi secara teratur," terangnya. Minimal, gosok gigi dilakukan sehari dua kali pada pagi dan menjelang tidur malam. (han/rie/jay)
Read more ...
"Gigi susu pada anak-anak memiliki fungsi penting sebagai pemandu tumbuhnya gigi dewasa. Dengan kata lain, gigi anak menjaga ruang tumbuh bagi gigi tetap atau gigi dewasa. Untuk itu, gigi anak tidak boleh dicabut sembarangan sebelum waktunya," kata drg Nurhayati di sela-sela kesibukannya memeriksa gigi Aura Diva Angela Lovely (4), siswa Playgroup B Citra Kusuma.
Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut itu, tentu saja dibutuhkan peran serta orang tua. "Anak-anak seharusnya sudah dilatih untuk merawat giginya sejak dini dengan cara menggosok gigi dengan baik dan benar. Lalu, kendalikan juga pola konsumsi atau makan anak. Beritahukan pada anak tentang jenis-jenis makanan yang bisa merusak gigi," tandas alumnus Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga tahun 2010 ini.
Dokter gigi di Puskesmas Asemrowo ini juga menyarankan kepada para orang tua, agar sebaiknya kata larangan tidak digunakan pada anak untuk memakan makanan manis yang disukainya. Karena, walau bagaimana pun, makanan manis memegang peran penting untuk memasok kalori.
"Hanya saja, beritahukan pada anak bahwa konsekuensi dari makan makanan yang manis adalah menjaga gigi yang bersih dengan menggosok gigi secara teratur," terangnya. Minimal, gosok gigi dilakukan sehari dua kali pada pagi dan menjelang tidur malam. (han/rie/jay)

