Jumlah kasus kanker payudara terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim pada tahun 2013 terdapat 2.940 kasus dengan 87 penderita meninggal dunia, dan tahun 2014 terjadi 3.112 kasus dengan 165 penderita meninggal dunia.
Dimana banyaknya penderita kanker payudara yang meninggal dunia tersebut diakibatkan oleh kurangnya kesadaran untuk berobat. Mayoritas atau 70 persen pasien kanker payudara yang datang berobat sudah dalam kondisi stadium lanjut, dan 30 persen sisanya masih dalam stadium awal.
“Karena masih rendahnya kesadaran berobat masyarakat tersebut sehingga 70 persen penderita kanker yang datang berobat ke rumah sakit sudah dalam kondisi terlambat atau kanker yang dideritanya sudah masuk stadium lanjut,” papar dokter spesialis bedah RS Onkologi Surabaya (RSOS) dr Bob J. Octavianus FICS, kemarin (5/9).
Bob menjelaskan, saat ini jumlah penderita kanker payudara bertambah 20 persen per tahun. Dimana semua perempuan sejatinya berisiko menderita kanker, bukan hanya yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker. Apalagi tidak ada obat atau vaksin untuk mencegah kanker jenis tersebut. Karena itu, penting menemukan kanker sejak dini. Caranya dengan mamografi atau pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X dosis rendah.
“Prinsipnya, harus datang pada waktu dan tempat yang tepat. Tidak menunggu setelah ada keluhan. Tak ada keluhan belum tentu tidak ada kanker,” tegas Bob. Dia berharap kesadaran akan kesehatan dan berobat masyarkat semakin meningkat, apalagi dengan adanya akses layanan kesehatan yang semakin mudah. (nur/hen/radarsby)
Read more ...
Dimana banyaknya penderita kanker payudara yang meninggal dunia tersebut diakibatkan oleh kurangnya kesadaran untuk berobat. Mayoritas atau 70 persen pasien kanker payudara yang datang berobat sudah dalam kondisi stadium lanjut, dan 30 persen sisanya masih dalam stadium awal.
“Karena masih rendahnya kesadaran berobat masyarakat tersebut sehingga 70 persen penderita kanker yang datang berobat ke rumah sakit sudah dalam kondisi terlambat atau kanker yang dideritanya sudah masuk stadium lanjut,” papar dokter spesialis bedah RS Onkologi Surabaya (RSOS) dr Bob J. Octavianus FICS, kemarin (5/9).
Bob menjelaskan, saat ini jumlah penderita kanker payudara bertambah 20 persen per tahun. Dimana semua perempuan sejatinya berisiko menderita kanker, bukan hanya yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker. Apalagi tidak ada obat atau vaksin untuk mencegah kanker jenis tersebut. Karena itu, penting menemukan kanker sejak dini. Caranya dengan mamografi atau pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X dosis rendah.
“Prinsipnya, harus datang pada waktu dan tempat yang tepat. Tidak menunggu setelah ada keluhan. Tak ada keluhan belum tentu tidak ada kanker,” tegas Bob. Dia berharap kesadaran akan kesehatan dan berobat masyarkat semakin meningkat, apalagi dengan adanya akses layanan kesehatan yang semakin mudah. (nur/hen/radarsby)